Museum Hidup Samsara di Karangasem, Bali, menawarkan wisata edukasi unik yang menggambarkan siklus kehidupan manusia dengan cara yang menarik dan informatif.
Harga Tiket: Rp 50.000; Map: Cek Lokasi Alamat: Jl. Telaga Tista, Jungutan, Kec. Bebandem, Kab. Karangasem, Bali. |
Membahas tentang Bali, tentu tidak pernah luput dari upacara keagamaan yang berkaitan dengan tradisi dan kebudayaan lokal.
Di wilayah Karangasem terdapat sebuah museum yang menampilkan siklus kehidupan manusia sesuai tradisi Bali. Nama museum tersebut adalah The Samsara Living Museum atau Museum Hidup Samsara.
Istilah Samsara sendiri diambil dari filosofi agama Hindu yang memiliki “kelahiran kembali menjadi lebih baik”.
Museum yang didirikan oleh Ida Bagus Agung Gunarthawa ini sudah ada sejak tahun 2018. Lokasinya terletak di sekitar pemukiman penduduk dengan luas mencapai 2 hektar lebih.
Saat masuk di depan gerbang museum, wisatawan akan disambut oleh wanita-wanita cantik berbusana Bali.
Penyambut tamu akan mengarahkan untuk mengikuti ritual cuci tangan dan memasang sebuah kain. Proses ini memiliki makna untuk pembersihan diri sebelum memasuki museum.
Daftar Konten
Daya Tarik Wisata Museum Hidup Samsara

Museum pada umumnya menawarkan pajangan berupa peninggalan bersejarah dengan cerita bisu yang mudah dimengerti.
Namun, tidak dengan The Samsara Living yang memiliki keunikan tersendiri pada konsep dan aktivitas yang ditawarkan. Bila sudah penasaran, berikut ini adalah sejumlah daya tariknya:
Main Display Gallery
Keberadaan Museum Hidup Samsara di Karangasem ini memang menjelaskan tentang ritual atau proses sebagai masyarakat Bali. Main Display Gallery menggambarkan 17 ritual, sejak dalam kandungan hingga meninggal dunia.
Wisatawan bisa membaca penjelasan secara detail dari setiap prosesi yang ada. Sejumlah alat untuk melakukan setiap prosesinya juga bisa ditemukan, seperti selonding.
150 Jenis Tanaman Upakara untuk Ritual Keagamaan
Setidaknya ada sekitar 150 jenis tanaman upakara yang dapat ditemukan di Museum Hidup Samsara Karangasem. Tanaman ini tetap dilestarikan oleh penduduk setempat karena digunakan untuk upacara keagamaan Hindu.
Seperti bunga sandat, kelapa gading, dan masih banyak lagi. Masyarakat yang butuh tanaman ini bisa minta ke pengelola, tidak akan dipungut biaya.
Workshop Area untuk Mempelajari Budaya Bali
Daya tarik selanjutnya yang disuguhkan oleh Museum Siklus Kehidupan adalah workshop area. Museum Hidup Samsara Karangasem ini dibuat secara khusus untuk wisatawan yang ingin mempelajari tentang adat dan budaya Bali.
Sedangkan workshop yang menarik untuk dicoba adalah membuat arak bali, kelas memasak dan tari Bali.
Merchandise Shop
Kurang lengkap rasanya jika menghabiskan waktu di tempat wisata tetapi pulang dengan tangan kosong. Maka dari itu, pihak pengelola wisata sudah menyiapkan sebuah merchandise shop.
Salah satu produknya buku yang berisi tentang siklus kehidupan masyarakat Bali. Produk lokal seperti garam, arak, dan berbagai rempah juga bisa ditemukan di Museum Hidup Samsara.
Alamat, Lokasi dan Tiket Masuk

Kawasan wisata Museum Hidup Samsara terletak di Jalan Telaga Tista, Jungutan, Kecamatan Bebandem, Kabupaten Karangasem, Bali.
Jaraknya jauh dari Denpasar, yaitu 59 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 30 menit. Rutenya bisa ambil arah timur menuju Jalan Pulau Seram, lalu ke Jalan Diponegoro.
Belok kiri ke Jalan Udayana sampai menemukan bundaran, lalu lurus terus ke Jalan Veteran. Bawa kendaraan Jalan Bypass Ngurah Rai, kemudian ke Jalan Prof. Dr. Ida Bagus Mantra.
Ikuti petunjuk pada papan jalan sampai berhenti di tempat tujuan. Bila masih bingung, sebaiknya tanya secara langsung ke masyarakat sekitar.
The Samsara Living Museum buka setiap hari dengan jam operasional mulai dari 09.00 sampai 15.30 WITA. Wisatawan lokal Bali yang ingin masuk ke tempat wisata maka dikenakan tarif Rp50.000.
Sedangkan wisatawan domestik dan mancanegara lebih mahal, yaitu Rp100.000. Biaya tersebut sudah termasuk minuman dan makanan khas Bali.
Ragam Aktivitas yang Menarik Dilakukan

Wisata budaya ini akan mengajak wisatawan untuk merasakan kehidupan di Bali yang otentik dan tradisional.
Aktivitas yang dapat dilakukan yaitu mempelajari siklus kehidupan di Bali, memasak dan membuat arak Bali, hingga tari bali.
1. Mempelajari Siklus Kehidupan Sesuai Tradisi Bali
Wisatawan yang berkunjung ke wisata edukasi ini akan diajak untuk mengelilingi museum oleh pemandu.
Di Museum Hidup Samsara Karangasem ini pemandu akan menjelaskan mengenai siklus kehidupan sesuai tradisi masyarakat Bali.
Seperti atma wedana dan ngaben sebagai upacara pembersihan untuk seseorang yang sudah meninggal.
2. Menyaksikan Proses Membuat Makanan dan Arak Bali
Masakan Bali sudah terkenal akan kelezatannya olah masyarakat nusantara hingga dunia. Sudah banyak masakan khas Bali yang dapat ditemukan dengan mudah di beberapa negara.
Di Museum Hidup Samsara, wisatawan bisa menyaksikan proses membuat makanan atau jajan khas Bali. Termasuk juga arak Bali yang menggunakan bahan baku lokal dengan cara tradisional.
3. Mencoba Tarian Bali di Museum Hidup Samsara
Jika suka menari, sangat cocok untuk mencoba tarian bali yang diajarkan langsung oleh penari bali. Pastinya ada banyak jenis tari bali yang bisa dipilih, salah satunya adalah tari legong.
Pertunjukkan ini menunjukkan keelokan, kelihaian dan keanggunan, para penari. Biasanya dipentaskan ketika upacara adat atau menyambut wisatawan yang berkunjung.
4. Belajar Mejajitan
Aktivitas selanjutnya yang dapat dilakukan di Museum Hidup Samsara adalah belajar mejejaitan. Mejejaitan dapat diartikan sebagai kegiatan untuk membuat berbagai macam sarana persembahyangan.
Biasanya dibuat dari bahan dasar janur atau kelapa, daun ental dan lainnya. Selain itu, berbagai pendukungnya adalah buah dan bunga tertentu dalam kondisi segar.
Fasilitas Penunjang di Museum Hidup Samsara

Meskipun terbilang baru, tetapi sudah ada beberapa fasilitas yang bisa digunakan untuk umum. Fasilitas utamanya berupa kamar mandi dan area parkir untuk kendaraan motor ataupun mobil.
Selain itu, ada pula workshop area, merchandise shop, dan gubuk sebagai tempat istirahat. Jika lapar setelah mengelilingi museum, bisa langsung menuju ke warung atau kantin di sekitar.
Museum Hidup Samsara di Karangasem ini bisa dijadikan sebagai tujuan wisata menarik sekaligus menambah wawasan.
Wisatawan akan mempelajari siklus kehidupan manusia berdasarkan adat di Bali. Selain itu, tempatnya sangat sejuk dan bangunannya tradisional sehingga cocok dikunjungi bersama keluarga.