Bagi Anda yang tengah berlibur ke Ubud Bali dan pecinta seni lukisan, sempatkan untuk berkunjung ke Museum Blanco yang penuh dengan karya bernilai seni tinggi milik Sang Maestro Antonio Blanco.
Harga Tiket: Rp 30.000; Map: Cek Lokasi Alamat: Jl. Raya Campuhan, Sayan, Kec. Ubud, Kab. Gianyar, Bali. |
Museum yang berdiri sejak tahun 1998 ini resmi dibuka untuk umum pada September 2001. Berawal dari sebuah mimpi seorang maestro seni Antonio Blanco, tempat ini terwujud dan menjadi salah satu destinasi wisata paling dicari di Pulau Bali.
Museum yang penuh dengan karya bernilai seni tinggi ini, menyediakan fasilitas bagi para wisatawan untuk dapat melakukan jelajah seni mereka dalam satu waktu. Karya asli Sang Maestro Don Antonio Blanco dijadikan koleksi museum ini dan tidak dijual, sementara lukisan untuk diperdagangkan merupakan karya sang putera yaitu Mario Blanco.
Museum Blanco Ubud tidak seperti museum kebanyakan yang lebih sering menyerupai rumah besar dengan banyak barang bersejarah di setiap sisi. Museum yang terletak di Kabupaten Gianyar ini terbagi atas beberapa ruang, yang memiliki tema dan fungsi tersendiri, untuk menciptakan sebuah perjalanan seni bagi para pengunjungnya. Ingin lebih mengenal museum legendaris ini? Simak ulasannya!
Daftar Konten
Daya Tarik yang Dimiliki Museum Blanco

Museum seni dan budaya ini menjadi salah satu tujuan wisata wajib bagi para pelancong yang datang ke Pulau Dewata Bali. Terletak di kawasan Ubud yang juga terkenal dengan pemandangan alamnya yang indah, menjadikan museum ini semakin diminati untuk dikunjungi. Berikut ini adalah daya tarik yang dimiliki Wisata Museum Blanco Ubud yang dapat Anda nikmati.
1. Kompleks Jelajah Seni
Berbeda dengan museum lukisan pada umumnya yang terdiri dari satu bangunan besar dwngan berbagai barang bersejarah, museum ini terdiri dari dua lantai dan beberapa ruang yang berbeda fungsi.
Tidak hanya galeri untuk memamerkan keindahan karya Sang Maestro dan menjual hasil lukisan puteranya, di museum ini terdapat juga studio tempat lahirnya maha karya Don Antonio Blanco juga puteranya, Mario melalui goresan kuas di atas kanvas. Cat serta peralatan lukis nampak tersimpan dan tertata rapi di dalamnya.
Selain itu juga ada perpustakaan yang penuh dengan buku-buku tentang seni dan budaya. Seolah memperlihatkan arah minat serta kepribadian sang empunya. Bahkan beberapa buku di sana merupakan hasil pertukaran dengan beberapa museum di dunia. Ini merupakan surga bagi pengunjung yang hobi membaca.
Satu ruangan istimewa dan berbeda dari museum lainnya, yaitu Erotic Room. Ruang yang diperuntukkan bagi pengunjung usia 17 tahun keatas. Bukan tanpa alasan, sudah menjadi rahasia umum jika hasil karya pelukis dunia Antonio Blanco terinspirasi dari sang istri dan lebih banyak memvisualisasikan keindahan lekuk tubuh wanita.
Bagi sebagian orang tentu hal tersebut dianggap porno bahkan tabu. Namun, jika ditilik dari kacamata seniman maupun pecinta seni, justru itu salah satu bentuk nyata sebuah karya dengan cita rasa seni yang tinggi. Namun, demi tetap menjaga etika dan tradisi ibu pertiwi, ditetapkan batas umur pengunjung yang dapat mengakses ruangan ini.
2. Bangunan yang Eksotis dan Panorama Sekitar yang Indah
Museum Blanco atau yang juga dikenal dengan sebutan Blanco Renaissance ini merupakan bangunan eksotis dengan arsitektur perpaduan tradisional bali dan Spanyol. Kesan klasik dan mewah tergambar sempurna di setiap elemen dan sudut bangunannya.
Begitu memasuki wilayah museum, Anda akan disambut dengan gapura tinggi menjulang, yang terinspirasi dari tanda tangan sang pelukis dunia Don Antonio Blanco. Dibawahnya yang merupakan pintu masuk museum, dihiasi dua patung naga yang sangat menakjubkan. Hanya satu kata untuk menggambarkan, yakni sempurna.
Berada di bukit Campuhan, memberi Anda suasana sejuk dan tenang dengan udara yang masih bersih dan segar. Hamparan rumput hijau menghiasi halaman yang luas, dengan beberapa burung cantik yang dipelihara untuk dijadikan obyek swafoto para wisatawan yang datang ke sana.
Suasana pedesaan yang asri dan teduh, berdampingan dengan museum yang begitu artistik dan menawan, membuat para wisatawan seolah terikat dan rindu untuk kembali bertandang. Sebuah perjalanan wisata seni yang penuh kesan juga pengalaman yang tidak akan Anda lupakan.
3. Fasilitas Museum yang Lengkap

Tempat wisata Museum Blanco, selain menyediakan fasilitas umum seperti toilet, ruang tunggu yang juga berfungsi sebagai rest room serta ada juga kuil untuk beribadah, tempat ini juga memberi begitu banyak ruang bagi pengunjungnya untuk mengeksplore tempat tersebut sesuai minat dan karakter masing-masing.
Bagi Anda yang senang membaca, perpustakaan dapat dijadikan tempat bersantai menghabiskan waktu dan menambah pengetahuan seni juga budaya. Sedangkan yang suka fotografi, dapat menjadikan beberapa tempat di sekitar museum sebagai objek sekaligus spot untuk selfie ataupun wefie.
Para wisatawan dilarang mengambil foto di bagian dalam museum. Jadi, Anda hanya boleh menjadikan area halaman, taman, gerbang serta cafe dan restoran untuk jadi latar belakang foto Anda.
Jika lelah berkeliling, Anda dapat rehat di restoran atau cafe yang berada di sebelah museum. Bagi pecinta kuliner, tempat ini akan menjadi surga serta spot yang pas untuk membuat konten media sosial Anda. Interior yang cantik, serta menu makanan yang lezat dan bervariasi dapat Anda review sepuasnya.
Cafe dan restoran tersebut menyajikan menu khas Bali juga hidangan Eropa. Beberapa kudapan khas Asia pun juga bisa dinikmati di sana. Anda tidak perlu ragu dengan cita rasa yang disuguhkan, sudah pasti memanjakan lidah dan memuaskan.
Pergi berlibur tidak akan lengkap tanpa membeli oleh-oleh atau buah tangan. Di kawasan wisata Museum Blanco Ubud juga terdapat toko souvenir dan pernak pernik unik serta cantik yang akan teris mengingatkan keindahan museum ini.
Bosan dengan oleh-oleh berbentuk souvenir? Anda dapat membeli buku biografi Antonio Blanco di sini. Harganya terbilang murah untuk biografi seorang seniman dunia.
Alamat, Rute Lokasi & Harga Tiket Masuk Museum Blanco

Museum ini berlokasi di bukit Campuhan, Gianyar, Pulau Dewata Bali. Lokasi ini terletak kurang lebih 38 kilometer dari Bandara Ngurah Rai, membutuhkan waktu sekitar 1,5 jam perjalanan.
Rute yang harus Anda lalui jika berangkat dari Bandara Ngurah Rai adalah dengan menuju Jalan Raya Singapadu, melewati Jalan Raya Kangetan menuju Campuhan. Setelah sampai di Campuhan Anda ikuti arah menuju Jalan Raya Panestanan untuk sampai di lokasi Museum Blanco Ubud.
Para wisatawan yang berkunjung ke Pulau Bali dan berencana singgah ke museum ini, hanya harus menyediakan uang Rp 30.000 per orang untuk tiket masuk museum khusus wisatawan domestik. Untuk wisatawan mancanegara dikenakan harga tiket Rp 100.000 per orang.
Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi, jasa rent car, taxi maupun motor untuk dapat menikmati keindahan museum ini.
Kegiatan yang Menarik Dilakukan di Museum Blanco

1. Berfoto dan Membuat Konten Media Sosial
Bagi kaum millenial, kegiatan berswafoto di tempat liburan adalah hal wajib. Selain untuk menciptakan kenangan, juga menjadi bahan konten review untuk di publikasikan. Bagi Anda yang sudah tidak muda lagi pun pasti tergoda untuk berswafoto di tempat indah nan artistik ini. Ada banyak spot yang dapat dijadikan pilihan.
2. Menambah Pengetahuan Seni dan Budaya
Berlibur bukan berarti hanya bersenang-senang menghabiskan uang. Dalam setiap perjalanan pasti memberi pengalaman dan kenangan. Kunjungan Anda ke wisata Museum Blanco ini selain memperoleh keindahan, juga dapat menambah ilmu pengetahuan tentang seni dan budaya.
Keberadaan perpustakaan dengan koleksi buku yang mayoritas menyoal seni juga budaya di museum ini, menjadi penyedia “oleh-oleh” ilmu bagi para wisatawan yang meluangkan sedikit waktu untuk membaca buku.
3. Bersantai dan Berwisata Kuliner
Fasilitas cafe dan resto yang ada di kawasan museum, menjadi tempat yang nyaman untuk menikmati suasana sejuk yang menenangkan. Semakin sempurna dengan keragaman kuliner yang di sediakan.
Tidak hanya kuliner lokal yang sarat bumbu, sajian Eropa yang penuh estetika serta kudapan khas Asia yang menggoda, siap menemani Anda bersantai menikmati perjalanan wisata bersama teman ataupun keluarga.
4. Belanja Barang Unik dan Artistik
Pengelola wisata museum cantik ini seolah ingin memanjakan wisatawan yang datang. Hal ini juga mematahkan anggapan berkunjung ke museum adalah hal yang membosankan. Di sini para pengunjung juga dapat berburu souvenir unik nan cantik khas kerajinan lokal. Bagi pecinta lukisan juga dapat membeli di galeri tempat lukisan di pamerkan.
Fasilitas yang Tersedia di Museum Blanco Ubud

Wisata Museum Blanco, menyediakan fasilitas umum seperti toilet, kuil untuk kegiatan ibadah, serta tempat istirahat atau ruang tunggu bagi pengunjung perpustakaan. Fasilitas lain yang dapat Anda nikmati diantaranya adalah keberadaan toko souvenir, cafe dan resto, perpustakaan, serta tempat cantik untuk berfoto.
Begitu menarik bukan berwisata seni ke Museum Blanco Ubud. Banyak hal yang didapat dengan menjadikannya salah satu tujuan wisata Anda selama berada di Pulau Dewata. Sebab Bali, tidak hanya memiliki keindahan pantai saja. Banyak keindahan alam lain serta tempat-tempat bersejarah sarat seni dan budaya yang begitu mempesona.